📜 Kang Pondok

Adabul 'Ālim wal Muta'allim

Sebuah kalimat dari Sayyidina Ali r.a. tentang adab orang berilmu

· #adab #ilmu

أَخِي لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانِ

ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَبُلْغَةٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانِ

Tarjamah

Wahai saudaraku, kau tak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan kuberitahu kamu rinciannya dengan jelas:

kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.

Catatan

Bait ini dari Imām Syāfi’ī, dan kata “akhī” (saudaraku) bikin nasihat ini terasa hangat — bukan dari atas, tapi dari sesama pencari ilmu.

Yang menarik: dari enam syarat ini, lima ada di tangan kita (cerdas, semangat, sungguh-sungguh, bekal, waktu lama). Yang satunya — shuhbatu ustādz — itu yang gak bisa kita usahakan sendiri. Kita butuh seseorang yang mau membimbing.

Itu sebabnya pondok jadi sangat penting. Bukan cuma bangunan, tapi tempat ketemu kyai. Tanpa itu, lima syarat lain pun belum tentu nyampe ke ilmu.

Wallāhu a’lam.